Title : Sun Flowers in a Gloomy Day
Pairings : Shou x Hiroto (main), Shou x Saga (one-sided), Tora x Saga (one-sided)
Author : Hotaru Miyawaki
Genre : Angst, slight romance
A/N : jadi inilah versi panjang dari fanfic Under the Sun's Shine, yang ternyata cuma diambil satu scene dari sini doang XDD dirikues sama @PonBaby (alias Haru)
gomen ne minna, aku beneran lupa kalo ternyata punya versi aslinya wwww OTL OTL
Summary : “Kau tidak tahu betapa Shou sangat peduli padamu
sampai ia tidak menghiraukan dirinya sendiri."
BGM : DELUHI - Hoshi no Nai Yoru Ni
- Sun Flowers in a Gloomy Day -
“Kau tidak tahu betapa Shou sangat peduli padamu
sampai ia tidak menghiraukan dirinya sendiri. Kau sangat bodoh.” Dengan dingin
Saga menusuk Hiroto dengan kata-katanya. “Tentu saja dia peduli padaku karena
dimatanya aku adalah sahabatnya. Tapi seberapa keras aku mengejar cintanya, aku
tidak bisa. Dia—Shou—hanya bisa melihatmu sebagai orang yang paling
dikasihinya. Kau sungguh bodoh, Hiroto.”
Sang gitaris itu terdiam. Ia memandang kosong entah kemana. Kedua
matanya tidak tertuju pada wajah marah Saga yang berada tepat di depannya.
“Aku mencintainya, ya, aku tidak bohong.” Lanjut
Saga. “Dia memang membuat semua orang yang berada didekatanya menjadi istimewa.
Tapi dia mengistimewakan kau diantara semuanya. Setiap kali aku bersamanya,
hanya ada kau di topik pembicaraan yang kami bahas. Tapi sekarang, apa yang
telah kau perbuat. Kau membuat Shou hampir mati!”
Hiroto membelalak. Ia mengadah dan menarik kerah
Saga.
“Apa maksudmu! Aku tidak—”
“Tidak apa? Kau yang membuat Shou sampai seperti
ini!”
Gitaris muda itu perlahan melepaskan kerah si
bassis. Ia membuang mukanya. Memang benar, Shou terserempet sebuah mobil box
karena Hiroto. Vokalis itu mengejar Hiroto yang marah karena melihatnya
berpelukan dengan Saga. Hiroto yang berbadan kecil dan lincah berlari tanpa
mempedulikan apapun, bahkan rambu lalu lintas yang sudah berwarna kuning. Dan
ketika Shou tepat berada di tengah jalan, rambu pejalan kaki berubah warna
menjadi merah. Kecelakaan itupun tidak bisa dihindarkan lagi.
“Ini semua salahmu!” Teriak Hiroto. Ia sudah tidak
tahan. Ia merasa sangat frustasi. Dengan lemah ia mundur beberapa langkah
hingga punggungnya bersandar pada dinding lorong itu. “Aku benci kau! Aku akan
selamanya membencimu! Kau selalu berusaha merebut Shou dariku!”
“Kau yang bodoh!” Saga menyanggah dan meninggikan
nada suaranya yang tadinya dingin dan datar. “Siapa yang mengajakmu bergabung
dengan Alice Nine? Siapa yang selalu memandangmu dan memelukmu setiap kali
live? Siapa lagi yang selalu menemani tidurmu setiap malam? Shou! Apa dia
pernah melakukan itu padaku? Tidak! Tidak pernah. Silakan kalau kau membenciku,
karena sebenarnya aku juga ingin membunuhmu karena kau selalu melukai Shou!”
“Hentikan! Hentikan!” Hiroto menutup telinganya
rapat-rapat. Ia tanpa komando segera berlari menjauhi Saga yang terengah-engah
dan sudah berkaca-kaca.
*-*-*
Sebuah sumber panas terasa menyenangkan terasa di
tangan. Rasanya nyaman, dan membuat Shou menjadi tenang. Ia perlahan membuka
matanya, dan melihat sekeliling. Ia menemukan sosok Hiroto tertidur pulas di samping
tempat tidurnya. Lelaki berambut cokelat tua itu tertidur dan mendekap tangan
Shou dengan erat, seperti tidak ingin melepaskannya selamanya. Shou mendudukkan
diri. Rasa nyeri di tangannya yang lain membuatnya sulit bergerak. Tapi melihat
wajah damai Hiroto di tidurnya yang lelap membuat semuanya terasa baik-baik
saja. Ia tidak ingin melepaskan tangannya yang digenggam oleh tangan mungil
Hiroto.
Shou tersenyum.
Merasakan sedikit gerakan, Hiroto pun terbangun.
Ketika melihat Shou sudah duduk di depannya, Hiroto langsung melotot tak
percaya.
“Shou!”
“Hai,” Sapa
Shou dengan senyum manis mengembang di bibirnya yang masih sobek. “Kenapa bangun?”
“A—aku...” Hiroto mengeratkan genggaman tangannya.
“Bagaimana keadaanmu? Apa masih sakit?”
“Tentu saja masih sakit, Pon-baby, aku ditabrak mobil secara beruntun.” Vokalis itu tertawa kecil. “Bagaimana kabarmu?”
Dengan berkaca-kaca, Hiroto bangkit dari kursinya
dan memeluk Shou.
“Aw!”
“Go—gomen!” Hiroto melepas pelukannya. Ia masih
berkaca-kaca dan terlihat kebingungan.
Tapi kemudian Shou terkekeh. “Kemarilah. Peluk aku lagi. Rasanya seperti obat penghilang rasa sakit.”
Hiroto sedikit ragu. Tapi ketika Shou menyambutnya
dengan tangan terbuka, Hiroto cepat-cepat memeluk kekasihnya itu lagi. Kali ini
dengan lembut.
“Kau masih marah?” Tanya Shou.
“Iya. Aku akan selalu marah padamu!”
Mereka berdua terkekeh. Shou mengeratkan pelukannya
dan mengacuhkan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Ia sangat bersyukur karena
selamat dalam kecelakaan beruntun itu. Tuhan sangat baik padanya, sehingga ia
masih bisa memeluk orang yang sangat dicintainya saat itu. Hanya itu yang
membuatnya menjadi sangat sehat dan merasa bahagia.
“Tidak akan kulepaskan kau lagi...”
*-*-*
Seseorang menggenggam tangan Saga dari belakang.
Lelaki pucat itu tak menghiraukannya. Ia masih melihat pemandangan dibalik
jendela sebuah kamar di rumah sakit yang membuatnya sesak. Shou, sebegitu
cintakah ia pada Hiroto. Apakah ia harus menyerah setelah sekian lama mencoba?
Tanpa terasa, setetes air mata keluar dari ujung matanya yang berkilauan
terkena cahaya.
Genggaman tangan itu semakin erat.
“Kau tahu, Saga,” Suara itu akhirnya terdengar.
Suara berat yang sangat familiar ditelinga. “Ada seseorang yang selalu
mencintaimu, yang rasa cintanya lebih bersar daripada cintamu pada Shou.”
Saga menunduk. Ia bisa melihat sepatu besar yang
dulu ia beli bersama si pemiliknya. Tora. Ia tahu pasti siapa yang dimaksud
“seseorang” itu.
“Aku... aku tidak bisa,” Suara Saga terdengar
seperti hanya sebuah bisikan angin.
Tora hanya tersenyum. Ia melihat Shou dan Hiroto
berciuman di balik jendela besar itu. Mereka terlihat sangat bahagia. Genggaman
tangannya mengerat.
“Tak apa, aku hanya ingin kau tahu.”
- OWARI -
Wow, nice fic d(^-^)b
ReplyDeleteKURAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG,,,,!!!! DDX
ReplyDeleteaduuuu may sagachuu kecian bget,, bertepuk sebelah tangan,, T^T
aduh saga kasiannn kasiaaannn
ReplyDeletebaru kali ini aku ngrasa neng saga merana sekali
HOTA BIKIN FIC SHOUPON LAGI, ALHAMDULILLAH YAH, SESUATU BGT YAH /PLAK
ReplyDeletesukii ff nyaa~ XD
ReplyDelete