Monday, October 31, 2011

[ShouxHiroto] Sun Flowers in a Gloomy Day


Title : Sun Flowers in a Gloomy Day
Pairings : Shou x Hiroto (main), Shou x Saga (one-sided), Tora x Saga (one-sided)
Author : Hotaru Miyawaki
Genre : Angst, slight romance
A/N : jadi inilah versi panjang dari fanfic Under the Sun's Shine, yang ternyata cuma diambil satu scene dari sini doang XDD dirikues sama @PonBaby (alias Haru)
gomen ne minna, aku beneran lupa kalo ternyata punya versi aslinya wwww OTL OTL

Summary : “Kau tidak tahu betapa Shou sangat peduli padamu sampai ia tidak menghiraukan dirinya sendiri."

BGM : DELUHI - Hoshi no Nai Yoru Ni



 - Sun Flowers in a Gloomy Day -


“Kau tidak tahu betapa Shou sangat peduli padamu sampai ia tidak menghiraukan dirinya sendiri. Kau sangat bodoh.” Dengan dingin Saga menusuk Hiroto dengan kata-katanya. “Tentu saja dia peduli padaku karena dimatanya aku adalah sahabatnya. Tapi seberapa keras aku mengejar cintanya, aku tidak bisa. Dia—Shou—hanya bisa melihatmu sebagai orang yang paling dikasihinya. Kau sungguh bodoh, Hiroto.”

Sang gitaris itu terdiam. Ia memandang kosong entah kemana. Kedua matanya tidak tertuju pada wajah marah Saga yang berada tepat di depannya.

“Aku mencintainya, ya, aku tidak bohong.” Lanjut Saga. “Dia memang membuat semua orang yang berada didekatanya menjadi istimewa. Tapi dia mengistimewakan kau diantara semuanya. Setiap kali aku bersamanya, hanya ada kau di topik pembicaraan yang kami bahas. Tapi sekarang, apa yang telah kau perbuat. Kau membuat Shou hampir mati!”

Hiroto membelalak. Ia mengadah dan menarik kerah Saga.

“Apa maksudmu! Aku tidak—”

“Tidak apa? Kau yang membuat Shou sampai seperti ini!”

Gitaris muda itu perlahan melepaskan kerah si bassis. Ia membuang mukanya. Memang benar, Shou terserempet sebuah mobil box karena Hiroto. Vokalis itu mengejar Hiroto yang marah karena melihatnya berpelukan dengan Saga. Hiroto yang berbadan kecil dan lincah berlari tanpa mempedulikan apapun, bahkan rambu lalu lintas yang sudah berwarna kuning. Dan ketika Shou tepat berada di tengah jalan, rambu pejalan kaki berubah warna menjadi merah. Kecelakaan itupun tidak bisa dihindarkan lagi.

“Ini semua salahmu!” Teriak Hiroto. Ia sudah tidak tahan. Ia merasa sangat frustasi. Dengan lemah ia mundur beberapa langkah hingga punggungnya bersandar pada dinding lorong itu. “Aku benci kau! Aku akan selamanya membencimu! Kau selalu berusaha merebut Shou dariku!”

“Kau yang bodoh!” Saga menyanggah dan meninggikan nada suaranya yang tadinya dingin dan datar. “Siapa yang mengajakmu bergabung dengan Alice Nine? Siapa yang selalu memandangmu dan memelukmu setiap kali live? Siapa lagi yang selalu menemani tidurmu setiap malam? Shou! Apa dia pernah melakukan itu padaku? Tidak! Tidak pernah. Silakan kalau kau membenciku, karena sebenarnya aku juga ingin membunuhmu karena kau selalu melukai Shou!”

“Hentikan! Hentikan!” Hiroto menutup telinganya rapat-rapat. Ia tanpa komando segera berlari menjauhi Saga yang terengah-engah dan sudah berkaca-kaca.


*-*-*


Sebuah sumber panas terasa menyenangkan terasa di tangan. Rasanya nyaman, dan membuat Shou menjadi tenang. Ia perlahan membuka matanya, dan melihat sekeliling. Ia menemukan sosok Hiroto tertidur pulas di samping tempat tidurnya. Lelaki berambut cokelat tua itu tertidur dan mendekap tangan Shou dengan erat, seperti tidak ingin melepaskannya selamanya. Shou mendudukkan diri. Rasa nyeri di tangannya yang lain membuatnya sulit bergerak. Tapi melihat wajah damai Hiroto di tidurnya yang lelap membuat semuanya terasa baik-baik saja. Ia tidak ingin melepaskan tangannya yang digenggam oleh tangan mungil Hiroto.

Shou tersenyum.

Merasakan sedikit gerakan, Hiroto pun terbangun. Ketika melihat Shou sudah duduk di depannya, Hiroto langsung melotot tak percaya.

“Shou!”

“Hai,”  Sapa Shou dengan senyum manis mengembang di bibirnya yang masih sobek. “Kenapa bangun?”

“A—aku...” Hiroto mengeratkan genggaman tangannya. “Bagaimana keadaanmu? Apa masih sakit?”

“Tentu saja masih sakit, Pon-baby, aku ditabrak mobil secara beruntun.” Vokalis itu tertawa kecil. “Bagaimana kabarmu?”
Dengan berkaca-kaca, Hiroto bangkit dari kursinya dan memeluk Shou.

“Aw!”

“Go—gomen!” Hiroto melepas pelukannya. Ia masih berkaca-kaca dan terlihat kebingungan.

Tapi kemudian Shou terkekeh. “Kemarilah. Peluk aku lagi. Rasanya seperti obat penghilang rasa sakit.”
Hiroto sedikit ragu. Tapi ketika Shou menyambutnya dengan tangan terbuka, Hiroto cepat-cepat memeluk kekasihnya itu lagi. Kali ini dengan lembut.

“Kau masih marah?” Tanya Shou.

“Iya. Aku akan selalu marah padamu!”

Mereka berdua terkekeh. Shou mengeratkan pelukannya dan mengacuhkan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Ia sangat bersyukur karena selamat dalam kecelakaan beruntun itu. Tuhan sangat baik padanya, sehingga ia masih bisa memeluk orang yang sangat dicintainya saat itu. Hanya itu yang membuatnya menjadi sangat sehat dan merasa bahagia.

“Tidak akan kulepaskan kau lagi...”


*-*-*


Seseorang menggenggam tangan Saga dari belakang. Lelaki pucat itu tak menghiraukannya. Ia masih melihat pemandangan dibalik jendela sebuah kamar di rumah sakit yang membuatnya sesak. Shou, sebegitu cintakah ia pada Hiroto. Apakah ia harus menyerah setelah sekian lama mencoba? Tanpa terasa, setetes air mata keluar dari ujung matanya yang berkilauan terkena cahaya.

Genggaman tangan itu semakin erat.

“Kau tahu, Saga,” Suara itu akhirnya terdengar. Suara berat yang sangat familiar ditelinga. “Ada seseorang yang selalu mencintaimu, yang rasa cintanya lebih bersar daripada cintamu pada Shou.”

Saga menunduk. Ia bisa melihat sepatu besar yang dulu ia beli bersama si pemiliknya. Tora. Ia tahu pasti siapa yang dimaksud “seseorang” itu.

“Aku... aku tidak bisa,” Suara Saga terdengar seperti hanya sebuah bisikan angin.

Tora hanya tersenyum. Ia melihat Shou dan Hiroto berciuman di balik jendela besar itu. Mereka terlihat sangat bahagia. Genggaman tangannya mengerat.

“Tak apa, aku hanya ingin kau tahu.”






- OWARI -

5 shouts:

  1. KURAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG,,,,!!!! DDX
    aduuuu may sagachuu kecian bget,, bertepuk sebelah tangan,, T^T

    ReplyDelete
  2. aduh saga kasiannn kasiaaannn
    baru kali ini aku ngrasa neng saga merana sekali

    ReplyDelete
  3. HOTA BIKIN FIC SHOUPON LAGI, ALHAMDULILLAH YAH, SESUATU BGT YAH /PLAK

    ReplyDelete